Muhammadiyah

Muhammadiyah

Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

May 26, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sentil Elit Tentang Harta dan Kekuasaan, Haedar Nashir: Tanggung Jawabnya Berat!

Dalam acara UNPAD Bersyukur (10/11), Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan rasa herannya pada narapidana yang keluar dari Lapas Sukamiskin dan masih bisa tersenyum-senyum. Masuk ke dalam lapas Sukamiskin, menurut Haedar, adalah sebuah bagian dari peringatan besar dari Tuhan. Dalam menggapai puncak karir dan kekuasaan, seseorang memang kadang terpeleset.

“Maka hati-hati kalau sukses, karena di saat sukses godaannya banyak. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, sampai bangsa dan negara,” terang Haedar.

Haedar berpendapat, sumber daya alam di indonesia yang melimpah ini jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik akan mampu membuat Indonesia maju. Ia juga menjelaskan sumber daya alam Indonesia dengan satu lirik dari Koes Ploes : “Tongkat Kayu Jadi Tanaman”. 

Selanjutnya,  Haedar mengajak audiens untuk belajar dari sejarah Indonesia yang disusun dengan jatuh-bangun perjuangan menghadapi penjajah. Ia mengingatkan elit negeri untuk bersyukur dan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki Indonesia dengan baik.

“Jangan sampai amanat yang besar dari pusat sampai bawah, kemudian lupa, yang muncul hanyalah kekuasaan untuk kekuasaan, kekuasaan untuk materi. Padahal kekuasaan dan materi nyaris tidak ada gunanya, jika itu tidak membawa kemaslahatan,” ungkap Haedar.

Pada para elit negeri, Haedar mengingatkan mereka agar menggunakan kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki untuk kepentingan dan kebaikan rakyat, bukan justru menggunakannya untuk mencari untung pribadi dan melanggengkan kekuasaannya. Dia juga mengingatkan, kepada elit pemilik kuasa dan harta supaya mengerem hasrat tamaknya. Sebab watak bawaan harta sejatinya berat, maka orang yang diitipi harus sebisa mungkin menggunakan hartanya pada jalan yang baik.

Dalam pandangannya, kadang ada saja orang yang sudah sukses secara materil, tapi masih tergoda untuk meninggalkan “warisan” yang sulit dijangkaunya. Dan akhirnya, menggunakan harta dan kekuasaan secara tidak benar.

“Orang sudah sukses, sudah bagus sebenarnya, tetapi ada godaan bikin legacy dan legacynya di luar kemampuan, dan disitulah orang jatuh. Kekuasaan dan harta itu selalu merenggut kita,” tuturnya.

Meski begitu berat tanggung jawab terhadap harta dan kuasa, ajaran Islam sendiri tidak pernah melarang pemeluknya untuk menjauh. Penting untuk diingat bahwa, Islam tidak mengajarkan umatnya menjauh dari dunia. Sebab ingin berbahagia di akhirat, imbuh Haedar, tetap harus melalui kebahagiaan di dunia, yaitu dengan memanfaatkan harta dan kekuasaan yang dimiliki di jalan kebaikan dan kebenaran sesuai tuntunan Allah Swt.  

 

Berita ini disadur mediamu.com dari muhammadiyah.or.id dengan judul Haedar Nashir Ingatkan Elit tentang Kekuasaan; Godaannya Banyak

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here